Toyotomi Hideyori

Toyotomi Hideyori (豊臣 秀頼) (29 Ogos1593) – (4 Jun1615) adalah bushizaman Tenshō sampai masa permulaan zaman Edo. Nama kecilnya Hiroimaru. Lahir dari ayah Toyotomi Hideyoshi dan ibu Yodo dono (putri dari Azai Nagamasa). Hideyori bersama istri simpanan mempunyai anak laki-laki bernama Toyotomi Kunimatsu dan anak perempuan bernama Putri Naa.

Rencana ini memerlukan kemas kini dalam Bahasa Melayu piawai Dewan Bahasa dan Pustaka. Silalah membantu.
Anda boleh rujuk: Laman PerbincangannyaDasar dan Garis Panduan WikipediaManual Menyunting

Hideyori Toyotomi

. . . Toyotomi Hideyori . . .

Lokasi bunuh diri Hideyori dan Yodo dono di Istana Osaka

Hideyori lahir di Istana Osaka sewaktu sang ayah Toyotomi Hideyoshi sudah berusia 57 tahun. Dibesarkan di Istana Fushimi, Hideyori merupakan pewaris kekuasaan Toyotomi Hideyoshi setelah Toyotomi Hidetsugu diperintahkan melakukan seppuku. Di masa tua Hideyoshi, Hideyori dibantu sistem dewan yang terdiri dari lima menteri senior (Go Tairō) dan lima pelaksana pemerintahan (Go Bugyō). Setelah Hideyoshi wafat di tahun 1598, Hideyori pindah ke Istana Osaka.

Setelah wafatnya Hideyoshi, salah satu dari lima menteri senior yang bernama Tokugawa Ieyasu muncul sebagai pemimpin yang berpengaruh. Selain itu, di dalam pemerintahan Toyotomi sendiri terjadi saling sikut, sehingga setelah wafatnya menteri senior Maeda Toshiie dan tewasnya salah satu dari lima pelaksana pemerintahan Ishida Nishinari yang diperintahkan seppuku, Tokugawa Ieyasu berhasil menguasai pemerintahan Puak Toyotomi.

Pada tahun 1600, pecah Pertempuran Sekigahara antara pasukan Ishida Mitsunari dengan pasukan Tokugawa Ieyasu. Hideyori menjadi panglima Pasukan Barat yang berada di bawah perlindungan Mōri Terumoto (salah satu anggota dewan lima menteri senior). Pasukan Timur dan Pasukan Barat yang dibantu pasukan pengawal pribadi Hideyori bernama Kelompok Tujuh Tangan (七手組, nanate gumi) bertempur habis-habisan dalam perang menegakkan keadilan “demi kehormatan Hideyori.” Pasukan Hideyori akhirnya kalah dan dijadikan bawahan oleh Ieyasu.

Setelah memenangkan perang, Ieyasu bertindak seenaknya memecah wilayah kekuasaan Puak Hashiba menjadi bagian-bagian kecil. Jika sebelum perang, secara keseluruhan Hideyori diberi 2.400.000 koku, Hideyori pasca Sekigahara hanya dijadikan daimyō yang merangkap tiga wilayah Settsu, Kawachi, dan Izumi dengan penerimaan hanya 650.000 koku.

Pada tahun 1603, Ieyasu ditunjuk istana sebagai jenderal besar (Seitaishōgun) untuk menjalankan pemerintahan dan mulai membangun Istana Edo. Dalam prakteknya Ieyasu melepas Hideyori dari segala kekuasaan dan wewenang. Perselisihan lalu terjadi antara Puak Hashiba dengan Puak Tokugawa, tapi demi menjalankan wasiat Hideyoshi pada tahun yang sama Hideyori dikawinkan dengan Putri Sen yang merupakan cucu Tokugawa Ieyasu (putri shogun ke-2 Tokugawa Hidetada) dengan istrinya Oeyo (adik perempuan Yodo dono). Setelah menikah dengan Putri Sen, Hideyori menerima jabatan Udaijin.

Ieyasu berniat mengadakan pertemuan dengan Hideyori dan mengundangnya untuk pergi ke Kyōto, tapi Yodo dono (ibu kandung Hideyori) tidak setuju dan berkali-kali menolak undangan ini. Ieyasu membatalkan undangan, dan sebagai gantinya mengutus putra ke-6 yang bernama Matsudaira Tadateru ke Istana Osaka. Pada tahun 1611, Hideyori akhirnya berangkat ke Kyoto dengan perlindungan Katō Kiyomasa dan Asano Yoshinaga. Pertemuan dengan Ieyasu kemudian dilakukan di Istana Nijō.

Menurut hasil pertemuan dengan Ieyasu, Hideyori ternyata tidak dijadikan bawahan Puak Tokugawa tapi secara resmi kedudukannya sebagai penerus garis keturunan Tokugawa tidak berubah. Hideyori sayangnya kehilangan sang pelindung Katō Kiyomasa, Ikeda Terumasa, dan Asano Yoshinaga yang wafat kerana sakit sebelum pecah perang di Osaka.

. . . Toyotomi Hideyori . . .

This article is issued from web site Wikipedia. The original article may be a bit shortened or modified. Some links may have been modified. The text is licensed under “Creative Commons – Attribution – Sharealike” [1] and some of the text can also be licensed under the terms of the “GNU Free Documentation License” [2]. Additional terms may apply for the media files. By using this site, you agree to our Legal pages . Web links: [1] [2]

. . . Toyotomi Hideyori . . .

Previous post Tambaksumur
Next post MASwings